Halo gen, buat kalian para pecinta roti pastinya artikel ini bakalan penting banget buat kamu yang tiap hari gak bisa kalau gak makan roti.
Dibalik kelezatannya ternyata buat sebagian para gen, roti menyimpan bahaya jika terlalu sering di konsumsi loh ..
🍞 Bahaya Tersembunyi di Balik Kelezatan Roti: Mengenali Akibat Alergi Gluten/Gandum
Roti adalah makanan pokok yang dinikmati banyak orang di seluruh dunia. Namun, bagi sebagian individu, kenikmatan sepotong roti dapat memicu reaksi serius yang disebabkan oleh gluten—protein yang banyak ditemukan dalam gandum. Penting untuk membedakan antara Penyakit Celiac, sensitivitas gluten non-celiac, dan alergi gandum (sering disebut sebagai "alergi gluten" secara umum), karena ketiganya memiliki mekanisme dan tingkat keparahan yang berbeda, meskipun sama-sama disebabkan oleh protein gandum.
Artikel ini akan membahas secara umum akibat yang timbul ketika seseorang dengan kondisi ini mengonsumsi roti atau produk yang mengandung gluten/gandum.
🚨 Reaksi Cepat dan Berat: Alergi Gandum Sejati
Alergi Gandum adalah respons imun yang cepat terhadap protein dalam gandum (termasuk gluten) yang dapat mengancam jiwa. Gejala biasanya muncul dalam hitungan menit hingga jam setelah mengonsumsi roti.
Gejala Pernapasan dan Sirkulasi:
Sesak napas atau mengi.
Hidung tersumbat atau pilek.
Pembengkakan pada mulut, tenggorokan, atau mata.
Pada kasus yang parah, dapat terjadi Syok Anafilaktik (reaksi alergi berat) yang ditandai dengan penurunan tekanan darah drastis dan kehilangan kesadaran, kondisi ini mengancam jiwa.
Gejala Kulit:
Gatal-gatal (biduran) atau ruam kemerahan pada kulit.
Sensasi kesemutan pada mulut dan tenggorokan.
🤢 Gangguan Sistem Pencernaan dan Gejala Lainnya
Bagi penderita Intoleransi Gluten (Non-Celiac) dan Penyakit Celiac setelah mengonsumsi roti, gejalanya cenderung lebih berfokus pada sistem pencernaan dan dapat muncul dalam beberapa jam atau hari.
1. Masalah Pencernaan Akut
Diare atau sembelit.
Perut kembung dan sering buang gas.
Nyeri atau kram perut.
Mual dan muntah.
Pada Penderita Celiac, feses bisa berminyak atau berbusa karena gangguan penyerapan nutrisi.
2. Gejala Sistemik dan Kulit
Kelelahan atau lesu yang parah.
Sakit kepala atau pusing.
Dermatitis Herpetiformis: Ruam kulit yang terasa sangat gatal atau seperti terbakar, berupa bintik merah kecil berair, dan merupakan manifestasi kulit dari Penyakit Celiac.
📉 Dampak Jangka Panjang pada Penderita Penyakit Celiac
Penyakit Celiac adalah kondisi autoimun di mana konsumsi gluten merusak lapisan usus halus (vili). Jika dibiarkan berlanjut (tetap mengonsumsi gluten), dampak jangka panjangnya bisa serius:
Gangguan Penyerapan Nutrisi: Kerusakan vili usus menyebabkan tubuh gagal menyerap nutrisi (malnutrisi). Ini dapat menyebabkan:
Anemia (terutama karena kekurangan zat besi).
Kekurangan vitamin (misalnya vitamin B12).
Osteoporosis karena gangguan penyerapan kalsium dan vitamin D.
Gangguan Pertumbuhan: Pada bayi dan anak-anak, hal ini dapat menyebabkan kegagalan untuk tumbuh dan berkembang (stunting).
Komplikasi Berat: Risiko jangka panjang termasuk perkembangan kondisi autoimun lain, kerusakan pada lapisan email gigi, hingga peningkatan risiko kanker usus (limfoma usus halus).
🛑 Pencegahan dan Penanganan
Satu-satunya cara untuk mencegah gejala dan komplikasi akibat alergi atau intoleransi terhadap gluten/gandum pada roti adalah dengan menjalani pola makan ketat bebas gluten (gluten-free).
Apabila Anda mencurigai mengalami gejala setelah mengonsumsi roti atau produk gandum, segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat (seperti tes darah atau tes tusuk kulit) guna membedakan antara alergi gandum, sensitivitas gluten, atau penyakit celiac.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar