Roti manis dan Pizza apakah adonannya sama ..?!


Roti manis dan Pizza apakah adonannya sama ..?!

Ada beberapa pelanggan saya menanyakan , yang intinya kalau bikin pizza apakah adonanya sama dengan adonan roti manis, atau berbeda ..?!

Jawabanya, tentu berbeda baking lovers pada dasarnya pembuatan pizza menggunakan minyak zaitun atau minyak kedelai sebagai bahan campuran adonanya sedangkan adonan roti manis menggunakan Mentega (Butter). Namun seiring perkembangannya adonan roti manis sering di pakai untuk pembuatan dough pizza untuk menghasilkan pizza yang lebih empuk dan lembut.

Menurut sejarahnya Pizza pertama kali di buat tahun 997 dalam bahasa latin, dan baru terkenal di itali pada abad ke 16 khususnya di NAPOLI. pembuatan pizza sendiri dengan cara di bakar di dalam tungku atau oven. Adonan pizza dibuat begitu saja pada awalnya (asal-asalan) untuk menentukan temperatur oven (kalau adonanya sudah matang berarti temperatur oven sudah sangat panas begitu gaes ..).

Pizza yang terkenal di italia pada abad - abad tersebut yaitu "Pizza Margherita", pizza yang dipenuhi saus tomat, dan keju mozarella .(pen.)

Adonan pizza biasanya terdiri dari tepung terigu, gula, garam, ragi, minyak zaitun atau minyak kedelai adonan tersebut di bentuk sampai teksturnya elastis .

🍕 Perbedaan Mendasar Adonan Pizza vs. Adonan Roti Manis: Kenapa Rasa dan Teksturnya Berbeda Jauh?

Meskipun sama-sama menggunakan ragi dan tepung terigu, adonan pizza dan adonan roti manis memiliki karakteristik, komposisi, dan tujuan akhir yang sangat berbeda. Perbedaan dalam resep dan teknik pengolahan inilah yang menghasilkan kontras tekstur, dari kulit pizza yang renyah dan kenyal hingga roti manis yang lembut dan empuk.

Berikut adalah perbandingan mendalam mengenai perbedaan utama kedua jenis adonan ini:

KategoriAdonan Roti Manis (Sweet Bread Dough)Adonan Pizza (Pizza Dough)
Tujuan AkhirLembut, empuk (fluffy), mengembang tinggi, dan tahan lama.Kenyal (chewy), renyah di luar, elastis, dan tipis hingga sedang.
Kandungan GulaTinggi. Diperlukan sebagai makanan utama ragi dan untuk memberikan rasa manis serta menjaga kelembapan (higroskopis).Rendah hingga Minimal. Hanya sedikit gula untuk mengaktifkan ragi. Rasa adonan harus gurih (savory) dan netral.
Kandungan LemakTinggi (Kaya). Menggunakan mentega atau margarin dalam jumlah signifikan (seringkali $>10\%$ dari berat tepung). Lemak melumasi gluten sehingga roti sangat lembut.Rendah (Lean) atau Sedang. Menggunakan minyak zaitun (olive oil) atau minyak biasa dalam jumlah minimal hingga sedang. Lemak digunakan untuk elastisitas dan mencegah adonan kering.
Kandungan TelurWajib/Umum Ditemukan. Telur (kuning dan putih) menambah kekayaan rasa, warna kuning, nutrisi, dan berperan sebagai pengemulsi alami untuk tekstur yang lebih lembut.Hampir Tidak Digunakan. Kehadiran telur dapat membuat adonan terlalu empuk, kurang elastis, dan menghilangkan karakteristik kenyal pizza.
Teknik PengulenanDiuleni hingga sangat elastis dan mencapai windowpane stage (mampu ditarik tipis tanpa robek) untuk memaksimalkan daya kembang.Diuleni hingga cukup elastis, namun kadang tidak sampai windowpane stage, khususnya untuk pizza Italia klasik yang mengutamakan tekstur rustic (kasar) dan chewy.
Proses FermentasiCepat hingga Sedang. Adonan akan mengembang 2-3 kali lipat dalam waktu 1-2 jam, karena banyaknya gula dan ragi.Lambat dan Lama. Seringkali difermentasi dalam waktu lama (bahkan 12-72 jam) di suhu dingin (kulkas). Fermentasi dingin meningkatkan rasa yang kompleks (sour/yeasty) dan tekstur yang lebih baik.

1. Perbedaan pada Komposisi Bahan

Perbedaan paling mendasar terletak pada resepnya:

A. Gula dan Lemak (Kunci Kelembutan)

Adonan roti manis dikategorikan sebagai "adonan kaya" (enriched dough). Ini berarti adonan diperkaya dengan lemak, gula, dan sering kali telur. Lemak yang tinggi (mentega) melapisi untaian gluten, mencegahnya menjadi kaku, sehingga menghasilkan remah roti yang lembut, empuk, dan ringan. Gula berfungsi ganda sebagai makanan ragi dan agen pelembut.

Sebaliknya, adonan pizza klasik Italia dikategorikan sebagai "adonan kurus" (lean dough). Adonan ini hanya terdiri dari tepung, air, ragi, garam, dan sedikit minyak zaitun. Tujuannya adalah membiarkan jaringan gluten berkembang tanpa banyak campur tangan lemak dan gula, menghasilkan tekstur yang lebih keras dan kenyal.

B. Peran Garam

Pada adonan pizza, garam memiliki peran yang sangat penting dalam mengontrol laju fermentasi ragi dan, yang terpenting, memperkuat jaringan gluten untuk memberikan tekstur kenyal dan kemampuan adonan untuk diregangkan tipis.

2. Perbedaan Tujuan Tekstur

A. Roti Manis: Volume dan Keempukan

Tujuan utama roti manis adalah volume dan kelembutan. Oleh karena itu, adonan diuleni secara intensif untuk memaksimalkan kekuatan gluten. Saat dipanggang, lemak dan telur membantu adonan mengembang secara dramatis, menciptakan struktur yang halus dan berongga kecil.

B. Pizza: Elastisitas dan Kerangka Kerja

Tujuan utama adonan pizza adalah elastisitas (agar mudah dipipihkan dan dibentuk tipis) dan kekuatan struktural (agar mampu menahan topping berat). Pizza Italia tipis harus memiliki remah di bagian tepi (cornicione) yang berongga besar dan kenyal, sementara bagian tengahnya harus kuat. Keempukan yang berlebihan justru tidak diinginkan.

Kesimpulan

Meskipun terlihat mirip di awal, adonan pizza dan adonan roti manis adalah dua entitas yang berbeda. Roti manis berfokus pada rasa dan tekstur yang kaya melalui penambahan gula, lemak, dan telur, sementara pizza berfokus pada struktur yang kuat, elastisitas, dan rasa gurih yang dikembangkan melalui fermentasi panjang dan komposisi adonan yang kurus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar